PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG MENJADI JAMUR
Memanfaatkan bahan yang tidak berguna menjadi bahan yang memiliki nilai jual dan bermanfaat merupakan suatu bagian dari mengurangi beban sampah yang ada di Desa khususnya Dadapan. Pentingnya memanfaatkan barang yang sudah tidak berguna dapat mengurangi sampah, mengurangi pencemaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi.
Pemanfaatan bahan sisa berupa bonggol jagung menjadi jamur menjadi bagian dari kegiatan rutinan setiap bulan ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) sekar arum Desa Dadapan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Juli 2025, tepatnya di rumah ibu Nunung yang notabelnya sebagai salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Jumlah peserta dalam acara tersebut berjumlah sekitar 35 yang dihadiri oleh kepala Desa Dadapan bapak Zuber, perwakilan dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang, perwakilan perangkat Desa, perwakilan guru SDN 1 Dadapan, karang taruna, anggota kelompok wanita tani sekar arum, kelompok KKN STAI al-Anwar Sarang Rembang, dan kelompok KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Acara pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi jamur dimulai dari beberapa acara seperti, pembacaan tahlil yang dipimpin oleh perwakilan KKN STAI al-Anwar. Acara tersebut kemudian dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari beberapa perwakilan seperti sambutan dari kepala Desa Dadapan, tuan rumah ibu Nunung, perwakilan kelompok KKN STAI al-Anwar Sarang, perwakilan kelompok KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan sambutan dari dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang. Sambutan kepala Desa bapak Zuber membahas tentang keinginan keberlanjutan cara menjadikan tanah subur kepada pihak dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang. Selain itu juga ingin adanya penambahan fasilitas green house yang dikelola ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) di 2026 dan penambahan anggota KWT.
Penjelasan materi yang disampaikan dari pihak dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang hanya sekilas membahas tentang bahan-bahan dalam pembuatan jamur dari bonggol jagung. Penjelasan tersebut mencakup bagaimana proses pembuatan jamur dari bonggol jagung. Acara tersebut lebih dijelaskan melalui praktek langsung yang dilakukan oleh ibu kelompok wanita tani KWT dengan didampingi dan dijelaskan oleh tim dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang. Acara tersebut mendapatkan sambutan baik dan antusias dari seluruh peserta yang hadir. Selain memanfaatkan janggel yang tidak terpakai, acara tersebut juga bisa menambah pemasukan pangan karena jamur yang sudah dibuat bisa di makan dan diperjual belikan ketika hasil panen jamur banyak.
Penulis: Diana Khofifah_Mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang Rembang