You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Dadapan
Dadapan

Kec. Sedan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

SELAMAT DATANG DI JENDELA INFORMASI DESA DADAPAN KECAMATAN SEDAN .

Menutup Bab, Membuka Kenangan: Pesan dan Kesan untuk Desa Dadapan

Basyar 22 September 2025 Dibaca 311 Kali
Menutup Bab, Membuka Kenangan: Pesan dan Kesan untuk Desa Dadapan

Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, bukan sekadar sebuah nama di peta. Desa ini menjadi ruang belajar kehidupan bagi para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah mengabdikan diri selama lebih dari satu bulan. Di tanah Dadapan penuh dengan cerita, kami sebagai mahasiswa KKN datang dengan langkah sederhana yang disambut hangat senyum tulus oleh warga. Sosial budaya masyarakat yang ramah, tradisi gotong royong yang kuat, dan praktik keagamaan yang kental berlandaskan nilai-nilai Islam, menjadikan Dadapan lebih dari sekadar lokasi pengabdian ia adalah rumah kedua yang penuh kehangatan.

Dengan waktu yang singkat, hingga tiba waktu memisahkan, meski hati masih enggan untuk meninggalkan. Setiap jalan, tawa bersama menjadi kenangan indah yang takkan sirna dan semoga seluruh warga Desa Dadapan diberikan kesehatan, rezeki lapang, dan penuh kebahagiaan. Dalam penutupan KKN, para ketua kelompok menyampaikan pesan dan kesan mereka. Ungkapan ini bukan hanya rangkaian kata perpisahan, tetapi potret hubungan emosional yang terjalin antara mahasiswa dan warga.

Hanif – Ketua Kelompok 1 KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“Selama KKN di Dadapan, saya merasakan keramahan masyarakat yang luar biasa. Mereka membantu kami tanpa pamrih dan selalu siap mendampingi saat kami membutuhkan. Kebaikan warga Dadapan adalah kesan mendalam yang tak ternilai. Harapan saya, semoga masyarakat dapat mempertahankan nilai-nilai luhur ini dan terus berkembang bersama generasi mudanya,” ujar Hanif.

Nihayatus Sa’adah – Ketua Kelompok 2 KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“Bagi saya, KKN di Desa Dadapan bukan sekadar program pengabdian, tetapi perjalanan belajar tentang kehidupan. Kami datang membawa konsep dan rencana, namun justru lebih banyak belajar dari masyarakat tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang begitu erat. Melalui program seperti pelatihan herbal, inovasi uyel besek, pembuatan eco enzym, pemeriksaan mata gratis, dan kegiatan lainnya, kami memahami bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang tulus. Ilmu yang kami bawa dari kampus menjadi lebih bermakna ketika menyentuh langsung kebutuhan warga.”

“Saya berharap, program yang telah dirintis tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan baik. Semoga komunitas yang terbentuk mampu menjaga keberlanjutan, dan masyarakat Dadapan senantiasa diberkahi dalam mengembangkan potensi lokalnya. Bagi kami, pengalaman ini adalah bekal berharga untuk melangkah lebih dewasa, peka, dan siap mengabdi di mana pun berada,” ungkapnya penuh semangat.

Abdul Rahim – Ketua Kelompok 3 KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

“Alhamdulillah, selama KKN di Dadapan, saya mendapatkan banyak pelajaran hidup. Mulai dari beradaptasi, membaur dengan warga, hingga berupaya membangun desa bersama. Meski komunikasi kadang terbatas, sedikit usaha untuk membuka percakapan mampu menumbuhkan hubungan yang akrab. Di saat menghadapi kebuntuan, teman-teman kelompok selalu hadir memberi dukungan. Bahkan, anak-anak MI sering datang ke posko untuk bermain, menciptakan suasana yang hangat.”

“Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa hati yang terbuka sungguh melegakan. Kami datang apa adanya, tetapi pulang membawa kenangan, kehangatan, dan kenyamanan tinggal bersama warga yang ramah. Terima kasih untuk seluruh warga Dadapan kalian luar biasa,” tuturnya.

Alya Wimbiana – Ketua Kelompok STAI Al-Anwar Sarang

“Selama 41 hari melaksanakan KKN di Desa Dadapan, saya dan teman-teman memperoleh pengalaman berharga yang tak mungkin kami temukan di bangku kuliah. Kehangatan sambutan masyarakat, bimbingan perangkat desa, serta dukungan berbagai pihak membuat kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar Dadapan. Tantangan yang kami hadapi mulai dari penyesuaian lingkungan, pembagian program, hingga keterbatasan fasilitas justru menjadi pelajaran penting tentang kerja sama, tanggung jawab, dan pengabdian nyata.”

“Kami berharap, meski sederhana, apa yang telah kami lakukan dapat memberi manfaat bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, lingkungan, maupun sosial-ekonomi. Harapan besar kami agar program-program yang sudah dirintis dapat diteruskan dan dikembangkan lebih lanjut oleh warga. Atas nama seluruh tim, saya menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu, membimbing, dan mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga meski program KKN telah berakhir,” ungkap Alya penuh rasa syukur.

Keempat pesan dan kesan ini merefleksikan satu benang merah: KKN bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang membangun relasi, belajar tentang nilai kemanusiaan, dan menemukan arti pengabdian. Desa Dadapan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga guru kehidupan yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan.

Menutup bab pengabdian ini bukanlah akhir perjalanan. Justru, ia membuka lembar kenangan dan harapan baru bahwa hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat Dadapan akan terus hidup, dan jejak-jejak kebaikan yang tertinggal akan memberi manfaat jangka panjang bagi desa dan generasi penerusnya.

Pewarta: Moh. Alfarizi Putra – Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 

Kabar Rembang